CERPENKU: TAMAN BELAKANG KITA

TAMAN BELAKANG KITA






CERPENKU: TAMAN BELAKANG KITA





Rasa sakit tidak bisa dihindari karena itu adalah bagian dari hidup namun puisi, cerita, cinta akan menghiasi semuanya dan diiringi dengan kebahagiaan yang ada. Silvi gadis cantik yang memiliki hobby melukis adalah seseorang yang selalu ada ditaman kota untuk mencurahkan apa yang ada dipikirannya ketika ia sedang berimajinasi. Taman itu tak jauh dari rumahnya karena cukup beberapa meter agar sampai ditempat tersebut. Saat itu ia sedang melukis sebuah bunga berwarna ping yang indah sambil duduk menikmati udara yang sejuk dan nyaman, ia juga sangat menikmati akan semua yang ada disekitarnya. Tentunya waktu malam pergantian tahun tiba, suasana sangat indah yang diselimuti langit dengan kembang api dan suara sorak orang-orang yang turut senang menyambut tahun baru. Ketika itu juga Silvi melukis pemandangan indah langit yang diberi gambar hiasan indah pada bagian lukisannya. Tiba-tiba seorang laki-laki yang memakai jaket putih dan berambut pirang datang dan menyukai lukisan Silvi.

“wah keren juga itu lukisan, boleh aku lihat??” Tanya laki-laki itu.
“terimakasih, boleh silahkan lihat aja!” jawab Silvi dengan senyuman manis.
“ternyata kamu memiliki hobby yang hebat yah, aku sangat menyukainya!”
“apa kamu seorang penggemar lukisan?”
“ya tentu saja, karena melihat sebuah lukisan itu selalu membuatku ingin berimajiansi dalam mengambil gambar!”
“maksudnya apa yang kamu katakana? Aku gak mengerti..”
“aku adalah seorang photographer, jadi aku selalu suka akan benda indah apalagi pemandangan indah!”
“benarkah? Wah kamu juga ternyata hebat juga!”
“jhaha, ekh tapi kamu siapa? Kenapa kamu bisa berada ditempat ini sendirian ditengah mala mini?
“aku Silvi, aku berada disini untuk menikmati suasana yang indah ini!”
“gitu yah! Kenalin aku Viral, orang yang selalu menyukai keindahan!”
“yah itulah photographer!”
“sudah malam apa aku harus mengantarkanmu pulang?”
“tidak usah, rumah aku dekat ko cuman beberapa meter dari sini!”
“gitu yah, ya sudah kalau apa kamu masih akan lama disini?
“sepertinya begitu, memangnya kenapa?”
“boleh aku menemanimu disini?”
“tentu saja, kenapa tidak!”

Awal pertemuan tiba gadis pelukis dengan laki-laki yang menyukai keindahan mulai saling berkenalan.2 hari berlalu setelah pertemuan itu berlanjut Silvi pergi liburan kepantai bersama keluarganya, seperti biasa juga ia membawa peralatan lukis nya yang selalu ia bawa kemana-mana. Tiba disana tepatnya sore hari yang cukup indah, perjalanan Silvi yang lelah terbayar oleh pemandangan indah senja yang ia rasakan dipantai. Meski merasa lelah ia tetap pergi ketepi pantai untuk beristirahat dan menikmati indahnya alam laut yang indah. Saat ia memejamkan mata tiba-tiba saja ia terkena lemparan sebuah bola yang keras menghantam tubuh Silvi, hal ini membuat Silvi merasa sakit tak terduga namun karena lebaikan hatinya ia tidak merasa marah. Laki-laki yang melempar bola itu dan menghampiri juga bermaksud untuk meminta maaf. Hal tak terduga yang kedua kalinya muncul ternyata orang yang melemparkan bola dengan tak sengaja pada Silvi adalah Viral yang sama-sama sedang menikmati liburan.

“kamu si gadis pelukis itu kan??” Tanya Viral dengan ekspresi terkejut.
“iya, kamu kan laki-laki yang ada ditaman itu?”
“iya bener banget, gak nyangka aku bisa ketemu lagi sama kamu!”
“iya aku juga gak pernah nyangka!”
“maaf yah soal bola ini yang gak sengaja terlempar dan mengenai tubuhmu!”
“gak apa-apa, tenang aja gak sakit ko!”
“boleh aku duduk disini?”
“tentu saja, silahkan duduk!”
Mereka berdua berada duduk dan menikmati suasana sang senja yang sedang tenggelam, meski hal yang tak disangka muncul tiba-tiba mereka tetap merasa bahagia karena bisa bertemu satu sama lain.
“kenapa kamu tidak ambil camera ?” Tanya Silvi
“untuk apa?
“ini pemandangan indah banget sayangkan kalau kamu lewati!”
“iya sih tapi kayanya besok aja deh aku akan mengambil gambar pemandangan yang indah ini!”
“kenapa besok? Belum tentu kan besok akan ada pemandangan yang indah seperti ini!”
“haha tenang aja aku tahu percis tempat ini! Trus kamu kenapa gak ambil peralatan lukis buat melukis pemandangan yang indah ini?”
“pengenya sih aku lukis hari ini tapi peralatannya gak kebawa, tapi kan kata kamu besok juga ada jadi besok aja deh hehehe”
“gitu yah, ok deh besok kita ketemu lagi disini gimana?”
“boleh, sambil sekalian kita sama-sama menikmati keindahan alam!”
“ok, yang penting sekarang kita nikmati aja dulu matahari terbenam ini!”
“hehe iya deh sip

Hingga matahari terbenam mereka bahagia menikmati keindahan itu, malam hari tiba larut bersama bintang yang muncul dengan bulan yang bersinar. Tepatnya pukul 8 malam Silvi duduk sambil menyiapkan peralatan lukis yang akan ia bawa besok, ia terpikir akan suatu hal yaitu menentukan tema untuk lukisan yang akan ia buat besok. Sambil tersenyum ia mendapat sebuah ide yang bagus, lalu ia tidur untuk hari esok yang tak sabar ingin ia lalui bersama Viral.
Esok hari tiba tepatnya pagi hari yang indah, embun pagi masih membasahi lngkungan sekitar, Silvi berjalan-jalan untuk menyegarkan suasana pagi yang ia rasakan. Tak terduga kembali Viral mucul dengan melewati hotel yang SIlvi tempati. Sambil berlari Viral memberi tanda pada Silvi yang melambaikan tangan sambutan manis pagi hari sambil membawa camera yang ia arahkan pada Silvi. Hal ini membuat Silvi merasa tersenyum kembali manis dipagi hari.

Kisah cinta yang terjadi diantara mereka mulai disadari ketika sebuah senyuman menghiasi hari-hari, seperti janji yang mereka buat tepatnya sore hari mereka akan bertemu ditepi pantai. Mulai saat itu juga mereka sibuk masing-masing dengan hobby yang mereka jalani. Silvi melukis keindagan senja yang ia buat dengan tenang dan Viral memotret gambar indah yang ia ambil. Beberapa saat kemudian Silvi hampir menyelesaikan lukisan yang ia buat, tentunya keindahan lukisan yang ia buat juga membuat Viral semakin menyukai Silvi. Ditengah senja yang indah tepi pantai perasaan cinta Viral mulai semakin ingin memiliki Silvi, hingga ia menatap SIlvi dengan senyuman dan pandangan yang tajam.

“lukisan kamu memang keren!”
“gambar yang kamu ambil pasti juga keren!”
“jujur aku gak nyangka bisa bertemu denganmu!”
“Viral semua telah ditentukan oleh sang maha kuasa mungkin kita dipertemukan dikeadaan yang tak terduga hehe!”
“haha bener banget kamu, tapi kapan kamu pulang?
“besok juga pulang karena aku cuman dua hari liburan disini, kamu kapan?”
“untuk apa aku pulang? Rumah aku disini!”
“wah serius? Jadi kamu berasal dari sini??”
“iya, kalau ada kesempatan kamu main lagi kesini aku siap menyambutmu kapanpun!”
“iya terimakasih Viral, aku senang bisa mengenalmu!’
“hehe tapi kamu selalu berada ditaman itu kan?
“maksudmu taman indah dekat rumahku??”
“iya, aku menyukai tempat itu! Serius..”
“aku akan selalu ada ditaman itu, jadi kamu juga harus main kapan-kapan kesana!”
“tentu saja karena tidak hanya keindahan taman itu yang aku tuju akan tetapi kamu juga adalah salah satunya!”
“benarkah? Aku tunggu kehadiranmu disana, Viral!”
“terimakasih, ekh besok pagi kan kamu pulang??”
“iya, memangnya kenapa??
“aku mau ngajak kamu ketepi pantai bagian selatan, gimana kamu mau gak??
“emm gimana yah, tapi ok deh jam berapa?
“jam 7 malam, aku akn jemput kamu ok!”
“ok deh tapi jangan macam-macam yah!”
“iya deh aku gak akan apa-apa tenang aja!”

Setelah senja tenggelam mereka pulang, namun perjanjian kedua yang mereka buat tidak akan tertepati karena Silvi harus pulang. Hal ini membuat Silvi merasa bingung bagaimana Viral akan menjemputnya nanti. Ia merasa seharusnya tidak mengatakan pagi akan pulang, namun karena keinginan orang tuanya untuk pulang maka dengan terpaksa Silvi pulang. Jam 7 malam tiba, Viral menghampiri Silvi dengan membawa dua sepeda. Dengan raut wajah yang bahagia ia berharap bisa membawa Silvi ketempat indah yang ia janjikan. Tiba disana Viral menunggu Silvi dengan penuh kebahagiaan, ia terus menunggu dan menunggu hingga berharap Silvi datang. 1 jam telah berlalu Viral menanti Silvi namun ia tak kunjung datang pula. Dengan perasaan yang penasaran Viral memasuki area hotel mencari Silvi kesetiap penjuru kamar hotel. Namun sayang ia tidak bisa menemukan Silvi yang sudah pulang lebih awal. Hal ini membuat Viral merasa sedih dan kecewa hingga ia membawa kembali dua sepeda yang ia bawa ketempat yang ia janjikan pada Silvi. Disana keindahan tempat itu sangat memuaskan karena bintang, bulan yang bersinar terang menghiasi keindahan malam juga lampu indah mengelilingi pantai yang seharusnya Viral tunjukan pada Silvi. Viral juga bermaksud untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada Silvi namun kesempatan itu hilang begitu saja.

2 tahun telah berlalu, Silvi selalu menunggu kehadiran Viral ditaman yang ia sukai. Selama itu ia berharap Viral datang menemuinya namun Viral tak pernah datang. Saat itu Silvi telah menjadi pelukis yang hebat ia membuka museum lukisan yang ia pamerkan, tentu saja hal itu membuat daya minat pengunjung semakin tertarik akan lukisan yang Silvi buat. Lukisan senja di pantai yang pernah ia lukis bersama Viral dulu merupakan lukisan yang sangat diminati oleh setiap pengunjung bahkan ada orang yang berani membeli lukisan itu dengan harga yang tinggi. Namun Silvi tidak ingin menjualnya karena lukisan itu adalah kenangan terindah dalam hidupnya.

Suatu hari Silvi duduk dikursi taman yang sering ia gunakan sebagai tempat duduk menanti Viral. Ketika itu Silvi merasa merindukan Viral namun seperti biasa hal tak terduga muncul lagi yaitu Viral hadir didepan Silvi secara mengejutkan. Hal itu membuat SIlvi merasa terkejut dan senang melihat Viral yang tiba-tiba tersenyum manis pada Silvi.

“selamat atas lukisanmu yang hebat itu!!” ucap Viral.
“kamu kemana aja Viral? Kenapa kamu baru muncul saat ini??”
“kan aku sudah janji akan datang ketaman indah ini, kamu ingat kan??”
“iya tentu saja aku ingat, kamu mau lihat museum aku??”
“aku sudah melihatnya beberapa kali!”
“benarkah? Kenapa kamu engga bilang kalau kamu ada disana?”
“kamu juga kenapa gak bilang akan pergi secepat itu dulu!”
“I,,itu karena orang tuaku,, tapi aku kira akan pulang pagi tapi ternyata malam.. maaf!”\
“hahaha gak apa-apa tenang aja,”
“iya terimakasih Viral tapi emangnya ada apa waktu itu kamu mau membawaku ketempat itu?
“haruskan aku jujur sekarang??”
“iya katakana saja sekarang!”
“jujur waktu itu aku menyukaimu hingga aku tak bisa melupakanmu lalu aku ingin mengungkapkannya tapi kamu sudah pergi!’
“belum terlambat ko sekarang juga!”
“tentu terlambat!! Karena……aku sudah ada yang memiliki!!”
“a,apa?? hahaa selamat deh Viral!
“iya terimakasih, dan aku ingin kamu bahagia juga!
“hehe tenang aja aku selalu bahagia, kamu juga harus menjaga perasaanmu pada kekasihmu!”
“iya aku pasti akan mejaganya karena aku takut kehilangannya!”
“bagus deh, oh yah terimakasih karena sudah jujur tapi aku juga menyukaimu saat itu!”
“a..apa?? kamu serius?
“iya aku juga berharap akan ada keindahan yang terjadi tapi ternyata kamu sudah ada yang memiliki jadi aku merasa tenang sekarang!”
“terimaksih Silvi aku akan selalu mengingatmu, selalu!


Taman itu menjadi saksi pertemuan gadis pelukis dan laki-laki yang menyukai keindahan. Namun karena sebuah kesalah yang Silvi buat malam itu membuat hati Viral terluka hingga seseorang mengobati lukanya dan menjadi kekasihnya. Pertemuan itu menjadi sebuah kenangan yang indah Silvi karena ia pertama kali jatuh cinta namun merasakan sakit karena harus kehilangan Viral orang yang ia cintai bersama orang lain. Akhirnya Silvi memutuskan untuk memberikan hadiah terindahnya kepada Viral yaitu lukisan terbaik pantai senja yang ia miliki dimuseum. Viral juga memberikan sebuah gambar pemandangan terindah yang ia miliki pada Silvi. Hingga mereka harus bertemu dan berpisah ditaman indah yang menghiasi pinggir kota. 

Comments