CERPENKU: MEMENDAM RASA YANG ADA

MEMENDAM RASA YANG ADA






CERPENKU: MEMENDAM RASA YANG ADA







Seperti halnya perasaan, memang tidak banyak orang yang mampu mengungkapkan cintanya pada seseorang yang mereka cintai. Sama seperti Vera gadis berusia 18 tahun itu jatuh cinta pada Redmi laki-laki yang sama usianya. Redmi adalah seseorang yang menyukai sepak bola, tak heran jika dia menjadi seseorang yang dikagumi akan bakat yang ia miliki, mulai dari skill, pengetahuan tentang sepak bola dan berbagai macam tentang dunia olah raga lainnya. Suatu hari saat itu Vera telah menyukai Redmi sejak kelas 1 SMA hingga kelas 3 SMA saat ini. Perasaannya tak berubah, ia tetap menyukai Redmi tanpa henti. Tak jarang apabila Redmi sedang bermain sepak bola Vera selalu ada untuk menonton bahkan hingga latihanpun juga Vera selalu ada.

Saat itu suasana sekolah sedang ramai karena biasanya hari sabtu sekolah selalu pulang tepat pukul 10 pagi. Namun Redmi selalu menyempatkan untuk latihan bola, tentunya Vera selalu berada dibelakangnya untuk menonton. Kebetulan waktu itu Redmi sedang berlatih sendirian, ia sedang menendang bola tanpa ada rekannya yang menemani. Namun dari tribun penonton yang jauh ada Vera yang sedang duduk asyik menyaksikan Redmi. Mentari mulai tak menyinari karena digantikan oleh awan yang akan menurunkan percikan air hujan. Hujan mengguyuri lapangan hingga basah juga membasahi tubuh Redmi yang sedang berlatih sepak bola. Meski begitu Redmi tetap saja latihan dengan serius, akan tetapi karena hujan terlalu deras tiba-tiba saja Redmi terpeleset jatuh hingga kaki dan tangannya terkilir. Melihat hal itu Vera langsung berlari panic menghampiri Redmi yang sedang berteriak kesakitan. Ditengah hujan yang deras Vera mencoba membawa Redmi ketempat teduh.

“aaahhh saakkiitt!!” teriak Redmi sambil memegang tangan yang luka
“Redmi kamu gak apa-apa???” ucap Vera dengan perasaan yang panic
“siapapun kamu tolong aku!”
“baik, kamu bisa berdiri gak?”
“kaki juga tergincir!”
“kaki kamu berdarah!!, kalau begitu aku akan mencari bantuan orang lain!!”
“gak usah, aku masih bisa berdiri ko coba pegang tangan aku!”
“iya ayo!”

Vera membawa Redmi ketempat yang teduh, ia kemudian mencari obat untuk luka yang Redmi derita.

“tangan kamu gimana mi??”
“sedikit sakit kalau tangan tapi kaki sakit banget!”
“aku akan mengobati luka ini jadi kamu tahan yah karena akan sedikit perih!”
“iya terimakasih!”

Vera mengobati luka yang Redmi derita dengan pelan-pelan. Ditengah hujan yang deras mereka duduk bersama setelah Vera selesai mengobati Redmi.

“terimakasih tapi kamu siapa??” Tanya Redmi sambil tersenyum
“aku Vera, maaf yah aku tadi telat datang untuk menghampirimu !”
“telat apanya malah kamu cepat gituh, kalau gak ada kamu mungkin aku gak akan bisa pulang!”
“iya maaf hehehe!”
“gak usah minta maaf, tapi kamu sekolah dimana?”
“aku satu sekolah sama kamu ko!”
“wah, kamu kelas apa??
“aku kelas 12 Ips 3”
“oh, tapi kamu tahu kelas aku kan?
“iya tahu, kamu itu kelas 12 Ips 4 kan?
“betul banget, ekh salam kenal yah?
“iya salam kenal juga,”

Vera semakin bahagia saat ini karena tidak hanya mulai kenal dengan Redmi akan tetapi ia juga telah membantu dan mengobati luka Redmi. Ia sangat bahagia sekali akan hal itu hingga ia semakin terus memikirkan Redmi semenjak saat itu. Esok hari tiba, tepatnya hari minggu Vera pergi mengunjungi saudaranya, ia pergi bersama ibunya dengan raut muka yang sangat bahagia.

“tumben kamu bahagia Ver?? Tanya penasaran ibunya
“gak apa-apa ko bu, lagi senang aja! Hehe”
“karena mimpi indah dengan orang yang kamu sukai??”
“bukan hanya mimpi bu tapi kenyataan!”
“serius kamu? Dimana???
“nanti aja aku cerita sama ibu yang penting sekarang kita let’s go ke rumah saudara hehe!”
“kamu ini, iya deh asal kamu jangan sedih aja!

Vera tiba dirumah saudaranya, ia disambut hangat dengan saudara perempuannya yang sama-sama se usia dengannya. Disana Vera bermain mengisi waktu libur hari minggu, namun seperti biasa namanya juga wanita pasti aja curhat bareng. Vera cerita tentang Ridmi kepada saudarnya yang bernama Reni, mereka sangat asyik ngobrol menceritakan tentang kejadian yang Vera alami.

“Ren aku mau curhat nih!!!”
“ah kamu bisa aja Cuma curhat aja, teraktir aku dong kali-kali!”
“iya kapan-kapan aku teraktir kamu dehh!
“ah serius?? Asyik awas kalau bohong!
“iya aku serius tapi kamu mau gak dengerin aku cerita??
“cerita apa emang?
“aku kemarin sudah menjadi teman dengan orang yang aku sukai sejak kelas 1!’
“terus kenapa??
“iya keren kan? Hehe”
“ya elah tapi kan lebih keren lagi jika kamu jadian sama dia!”
“iya pengennya sih jadian sama dia! Tapi masa aku harus mengungkapkannya? Engga kan??
“iya sih, resiko cewe gak bisa nyatain lebih awal hahaa!”
“ihh kamu malah ketawa, jahat!!”
“iya maaf, trus kamu mau gimana jika udah temenan sama dia?
“ya aku mau jadi temen dia aja tuk sementara tapi semoga jadi pacar dia hehe!’
“aku doain kamu semoga cepet jadian sama dia biar kamu gak mendam terus!!”
“iya amiinn, terimakasih Reni hehe pokonya Love Love !!”
“ih apaan Love untuk aku, katakana aja sama orang yang kamu sukai kalau berani!”
“engga berani! Hehe”

Hari mulai berlalu, tentunya hari senin masuk sekolah. Bagi sebagian orang hari senin sangat membosankan akan tetapi untuk Vera itu anugrah karena akan bertemu dengan Redmi. Tiba disekolah ia bertemu dengan Redmi, dengan senyuman yang manis ia menyapanya dengan penuh harapan dan keindahan.

“selamat pagi Redmi!”
“pagi Ver, apa kabar kamu?”
“baik, seharusnya aku yang bertanya seperti itu!!”
“kenapa? Emang ada yang salah?
“gak juga sih, tapi gimana dengan luka mu itu?
“sekarang gak apa-apa, hanya saja aku perlu istirahat untuk sementara”
“oh gitu yah, tapi beneran gak apa-apa karena aku khawatir soalnya itu banyak perban yang menutupi lukamu??”
“gak apa-apa ko, tenang aja aku akan baik-baik aja!”
“iya deh, kamu istirahat yah!”
“iya, ekh nanti istirahat mau gak ikut aku keperpus?
“boleh hehe!”
“ok aku akan menghampirimu nanti, tunggu aja kamu dikelas!”
“ok aku tunggu!”
“kalau begitu aku masuk kelas dulu yah, dah!”
“dahh!!”

Mendengar hal itu Vera sangat bahagia tak terkira, ia meloncat-loncar dengan berteriak “yes” hingga setiap orang yang lewat merasa aneh akan apa yang terjadi pada Vera. Ia dengan bahagia masuk kelas dan membuat keributan didepan dekat meja guru. Sontak semua teman yang ada dikelasnya berteriak-teriak menyuruh Vera untuk diam. Lalu Vera duduk dibangkunya dengan raut wajah yang bahagia.

“kamu kenapa sih kaya orang gila aja?” Tanya teman sebangku Vera
“iya aku lagi gila! Gila karena cinta! Haha” jawab Vera/
“kamu ini ada-ada aja Ver.. sudah ah aku gak mau lihat kamu yang cerewet!”
“biarin yang penting aku bahagia hehe!”

Tepat pukul 10 jam istirahat tiba dengan diiringi bel bunyi yang cukup keras. Semua teman sekelas Vera keluar kecuali Vera. Ia menunggu janji dari Redmi untuk menghampirinya setelah istirahat tiba. Namun ia menunggu cukup lama, Redmi tidak kunjung datang. Hal itu membuat Vera yang tadinya bahagia berubah 360 derajat menjadi sedih. Hingga bel masuk kelas berbunyi keras juga membuatnya terdengat bel kesedihan saat ini. Karena penasaran Vera langsung keluar dari kelas untuk mencari Redmi dengan datang ke kelasnya langsung. Tiba disana Redmi tidak ada. Ia juga mencari ke perpustakaan juga tidak ada. Namun ketika ia mencari Redmi dilapangan bola dekat sekolah ternyata ada, tadinya ia ingin menghampiri dan menanyakan janji pada Ridmi namun hal tak terduga muncul seorang wanita yang lebih awal menghampiri Redmi dari pada Vera. Ia pun kaget akan melihat hal itu, hingga ia melangkah pelan-pelan menuju Redmi yang sedang berdua dengan seorang wanita.

“hey Vera kamu disini!!’ ucap Redmi
“ha..ay Redmi, hay.. !”
“Ver maafin aku yah tadi maunaya aku menuju kelasmu tapi keburu datang Vina tiba-tiba jadinya aku tidak jadi, maaf yah!”
“iya gak apa-apa ko!”
“oh yah kenalin ini Vina pacar aku dari Jakarta!”
“oh ya.. hay vi..”
“hay aku Vina pacarnya Redmi, salam kenal yah!” ucap Vina
“hay juga aku Vera, aku adalah …”
“dia adalah temanku,!” ucap Redmi dengan memotong pembicaraan Vera
“oh yah apa dia baik Red??” Tanya Vina
“ya tentu saja dia adalah teman baikku, apalagi ketika aku jatuh dia merawatku saat itu,!”
“oh yah.. syukur deh!!, terimakasih Vera karena sudah menolong Redmi!”
“iya sama-sama Vi..na!”

Hal ini membuat Vera hancur dan juga membuat hatinya menangis terluka. Harapan yang tadinya Redmi akan menyukainya kini berbuah ada yang memiliki orang lain. Dengan wajah yang berpura-pura bahagia Vera tersenyum dan mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Kemudian Redmi dan Vina berpelukan didepan mata Vera dengan perasaan yang rindu yang mereka rasakan. Dengan hati yang terluka dan wajah yang bahagia, Vera memutuskan untuk pergi kembali ke kelas. Kini perasaan Vera semakin tak tertentu, dia yang tadinya bahagia berubah menjadi kecewa dan terluka. Hal yang membuat Vera semakin sakit adalah dia hanya bisa menjadi teman Redmi juga Vina pacarnya Redmi bersekolah dengan Vera, malah Vera dan Vina menjadi teman satu kelasnya.


Akhinya Vera hanya bisa melihat Remdi dan Vina saling bermesraan didepannya, namun Vera mencoba untuk bersabar dan menanti Redmi sendiri. Meski kenyataannya Redmi dan Vina tidak pernah putus, akan tetapi Vera tetap menanti dan memendam rasa cintanya kepada Redmi hingga saat ini.

Comments