IBU DAN AIR MATANYA
Kita tahu kan seorang ibu? saya akan
menceritakan kisah bagaimana seorang ibu berjuang untuk menghidupi anaknya
dengan penuh perjuangan dan kasih sayang.
Suatu hari ada seorang ibu yang memilii
profesi menjual dagangan asongan pada setiap bus. Saat itu trik matahari sangat
menyengat panasnya, ia berjalan pulang menuju rumah setelah selesai berdagang. Ia
disambut oleh putranya dirumah. Ia sangat senang dan bahagia karena rasa lelah
yang ia rasakan setelah berjuang keras mencari asa diganti oleh sambutan
anaknya yang begitu indah dimatanya. Ia tidak memiliki suami karena telah
meninggal. Ia hidup dengan penuh kecukupan dan kakurangan, meskipun begitu ia
tetap bahagia karena memiliki mutiara indah yaitu putranya. Pada saat itu putra
dari ibu tersebut sedang sakit dan ia tidak tahu harus bagaimana mengobatinya. Ia
tidak memiliki uang banyak untuk membawa anaknya pergi kerumah sakit, lalu tanpa berpikir panjang
lagi ia langsung membawa anaknya pergi kerumah sakit karena keadaannya semakin
memburuk. Tak lama setelah ia sampai dirumah sakit anaknya kemudian mendapat
masalah karena harus dioprasi segera. Karena pikiran sang ibu semakin panic tanpa
berpikir panjang lagi sang ibu langsung menyetujui anaknya untuk dioprasi namun
hal yang lebih memburuk lagi adalah anaknya harus mendapatkan donor ginjal. Sekali
lagi tanpa berpikir panjang sang ibu mendonorkan satu ginjalnya untuk sang
anak. Tak peduli apapun yang terjadi, yang ada dipikirannya adalah bagaimana
agar sang anak bisa sembuh. Lalu dokter menjadwalkan operasi 2 jam setelah
anaknya dirawat.
Pada saat itu sang ibu sangat sedih dan
tak bisa berbuat apa-apa, ia sangat berpikir bukan karena takut untuk
didonorkan ginjalnya akan tetapi biaya operasi yang harus ia tanggung mungkin
akan besar. Sang ibu terus melamun sambil duduk dikursi. Hal tak terduga datang
dihadapan sang ibu yaitu tiba-tiba ada seorang anak perempuan pingsan, lalu
sang ibu sadar dari lamunannya dan membantu anak yang jatuh pingsan itu. Ia segera
membawa anak itu ke UGD, lalu anak itu dibawa oleh seorang perawat yang
mengenali anak itu. Setelah sang ibu membantu anak perempuan, ia langsung
bergegas pergi menemui anaknya diruangan perawat. Namun ternyata anak perempuan
yang jatuh pingsan tadi adalah seorang anak kepada ruangan bagian operasi. Kemudian
ia bertanya kepada perawat yang ada di UGD itu dan bertanya “siapa yang telah
membantu anakku padahal aku sangat kawatir jika dia tidak langsung diselamatkan
akan terjadi sesuatu? “ Tanya sang ayah kepala ruangan. “ia ditolong oleh
seorang ibu yang membawanya kesini dengan penuh kasih sayang dan segera meminta
kepada saya untuk menyelamatkan anak anda!” jawab sang perawat.
Setelah kejadian yang dialami oleh
kepala ruangan tadi, lalu ia pergi bersama perawat untuk berbincang. Tak disengaja
mereka berjalan melewati ruangan rawt sang ibu yang menyelamatkan anaknya. Kemudian
sang perawat menunjukan kepada kepala bedah bahwa ibu itu yang telah
menyelamatkan anaknya. Sang kepala bedah itu menghampiri dan mengcuapkan beribu
terimakasih, dan ia menawarkan bantuan kepada sang ibu yang telah menyelamatkan
anaknya. Sang ibu menjelaskan bahwa anaknya akan dioprasi dalam waktu 1 jam
kedepan, lalu ia menceritakan segalanya kepada dokter kepala ruangan. Sang dokter
memahami apa yang terjadi pada sang ibu itu, ia menitipkan amanat kepada sang
dokter bahwa ketika ia telah berhasil mengoprasi anaknya itu maka ia meminta
agar menjaga putra laki-lakinya juga menitipkan kepada sang dokter. Karena rasa
terimakasih dokter itu sangat tinggi maka ia menerima permintaan dari sang ibu
itu.
Akhirnya sang dokter mengoprasi anak dan
ibunya. Anaknya berhasil diselamatkan namun sang ibu tak bisa terselamatkan. Sang
dokter kemudian membawa anak dari ibu itu dan mendapatkan perawatan yang baik
dan biayanya ditanggung olehnya.
Suatu hari sang anak dari ibu tadi sadar
dan menanyakan kepada dokter dimana ibunya. Lalu sang dokter menjelaskan apa
yang terjadi. Setelah mendengarkan cerita tersebut, sang anak menangis dan
harus merelakan kepergian ibunya. Dokter tersebut menepati janji sang ibu lalu
mengadopsi anaknya sang ibu menjadi putra sang dokter.
Dari cerita diatas kita tahu bahwa apa
yang dilakukan sang ibu begitu besar pengorbanannya, ia merelakan nyawanya
demi sang anak bisa selamat. Tidak hanya
itu karena harapan sang ibu agar anaknya menjadi lebih baik, berkat harapan dan
doanya, sang anak menjadi hidup bahagia dengan menjadi putra dokter.

Comments
Post a Comment